No Bra Day: Kenali Dulu Sejarah Bra, Sebelum Kamu Melepasnya

No Bra Day: Kenali Dulu Sejarah Bra, Sebelum Kamu Melepasnya

Selain sepatu, tas, dan perlengkapan kosmetik, benda lain yang bisa dibilang sahabat para wanita adalah bra. Makanya sedih banget kalau bra favorit tiba-tiba rusak atau kawatnya patah. Rasanya kayak dikhianatin. Kenapa sih, tiba-tiba Nyunyu ngomongin Bra? Yap! Karena hari ini adalah tanggal 13 Oktober, yang juga bertepatan dengan aktivitas No Bra Day, maka artikel ini akan membahas tentang sejarah Bra.

Yang cowok mungkin bertanya-tanya, sebenernya apa sih enaknya pakai bra? Well, kadang bra bisa bikin penampilan jadi tambah oke. Apalagi yang namanya push-up bra. Terus model dan warnanya buanyak banget. Kayak pakai baju aja, kalau lagi pakai bra yang bagus pasti jadi lebih pede. Nyunyu udah ngumpulin informasi dari berbagai sumber untuk ngasih tau kamu gimana awalnya bra bisa tercipta dan dipakai semua wanita di seluruh dunia.

Sejarah bra dimulai jauh sejak jaman peradaban Yunani. Dulu wanitanya pakai gaun bahan dari wool atau linen untuk nutupin tubuh mereka. Walaupun nggak secara spesifik nutupin bagian dada, seenggaknya ketutup lah ya. Wanita-wanita pekerja pakai gaun yang lebih pendek untuk memudahkan mereka beraktivitas. Terus di jaman Romawi, wanita-wanita mudanya pakai ‘breast bands’. Ya, semacam bando yang dipakai di dada gitu. Tujuannya supaya dadanya tetep kenceng walaupun usia mereka bertambah.sejarah-bra-1

Di jaman pertengahan waktu kerajaan-kerajaan Eropa berjaya, wanitanya memakai korset. Tapi sebenernya sejak 1869, udah diciptakan sebuah korset dengan dua bagian berbeda. Bagian atasnya dikenal dengan corselet gorge, alias bra. Faktor lainnya adalah adanya gerakan reformasi pakaian. Pertama, karena orang-orang profesional di bidang kesehatan bilang pakai korset itu berisiko. Kedua, para feminis yang bilang kalau korset itu mengekang wanita secara fisik dan secara simbolis. Bebaskan wanita dari kekangan korset dan pacar yang suka ngatur!

Di tahun 1893, Marie Tucek udah punya hak paten untuk bra pertama di Amerika Serikat. Model branya mirip sama underwire bra sekarang ini. Dengan kawat di bagian bawah cup untuk support bagian dada. Kurang jagoan apa kami, para wanita? Tiap hari pakai kawat. Ehehe. Sayangnya, model ini kurang sukses di pasarin saat itu. Yang akhirnya populer malah buatan seorang sosialita bernama Mary Phelps Jacobs (alias Caresse Crosby) di tahun 1910. Dia sebel karena korset dengan segala kawatnya itu terlihat jelas di balik gaunnya. Dan bra buatannya dikenal sebagai bra modern pertama. Padahal cuma terbuat dari dua saputangan dan pita sutra berwarna pink untuk talinya.

Perang Dunia I ternyata membawa keuntungan juga untuk kita, ladies. Walaupun bra udah muncul, tapi korset masih tetap dipakai secara luas. Tapi waktu perang, U.S. War Industries Board meminta para wanita untuk nggak beli korset. Kenapa? Karena logam yang dipakai di korset mau dipakai untuk produksi perang. Konon, himbauan ini akhirnya berhasil menghemat 28,000 ton logam. Logam segitu banyak bisa aja dijadiin 2 kapal perang! Waow. Nah, ini juga yang bikin produksi korset menurun dan bra mengambil alih pasar. Apalagi sejak perang, wanita jadi ikutan kerja di pabrik dan pakai seragam. Kan ribet kalau kerja tapi tetep pakai korset.

Lucunya tahun 1920, bentuk branya kembali lagi kayak bando. Datar aja gitu dan dirancang untuk semua ukuran. Rupanya di era ini, para wanita suka tampil tomboy. Mungkin supaya lebih bebas bergerak juga. Nah, dua tahun berikutnya, seorang penjahit bernama Ida Rosenthal, suaminya William, dan perancang Enid Bisset mendirikan Maiden Form. Menurut mereka ukuran bra yang all size begitu nggak banget. Mereka mendesain bra untuk wanita dari beragam usia, supaya penampilan wanita juga jadi lebih oke.

Barulah di tahun 1930-an, brassiere akhirnya dikenal luas sebagai ‘bra’. Legenda urban soal asal nama ini bilang kalau brassiere pertama kali ditemukan oleh seorang pria bernama Otto Titzling, tapi desainnya dijiplak oleh Phillipe de Brassiere. Dan waktu kasusnya diperkarakan, Otto kalah dari Phillipe. Tapi legenda ini kemungkinan cuma fiksi. Menurut para ahli etimologi kata brassiere itu nggak berasal dari nama seseorang, melainkan dari sebuah kata Prancis ‘braciere’ yang secara harfiah berarti ‘arm-guard’ alias um… lengan penjaga untuk menjaga dada? Gitu deh.

Kalian mungkin ngeh kalau selain nomor yang berkelipatan ganjil, bra juga dilengkapi ukuran cup dari A sampai D. Misalnya… 32B. Nah, sistem ini baru ditemuin tahun 1932 oleh S.H. Camp and Company. Lalu tibalah Perang Dunia II. Karena PD II, bra juga dipakai oleh wanita yang kerja di bidang militer supaya lebih ‘terlindungi’. Setelah perang selesai, ada yang namanya baby boom di mana angka kelahiran meningkat pesat. Ini juga jadi kesempatan buat memasarkan bra untuk ibu menyusui. Bra untuk remaja dan cewek-cewek yang baru puber juga pertama kali dipasarkan sekitar 1950-an.

Di tahun 1964, Louise Poirier menciptakan Wonderbra untuk perusahaan Canadelle. Ini yang jadi pelopor push-up bra. Nggak, branya nggak bikin dada bisa push-up, melainkan mendorong dan bikin dadanya jadi terlihat lebih kencang. Gitu. Sementara sports bra pertama kali diciptakan tahun 1977 oleh Lisa Lindahl, Polly Smith, dan Hinda Mille dengan nama Jogbra. Soalnya waktu itu jogging dan olahraga lainnya makin populer. Jadi, para wanita juga butuh bahan pakaian untuk aktivitas olahraga. Terus di tahun 1990-an, lingerie mulai dipasarkan. Lingerie ini kan pada dasarnya pakaian dalam yang keindahannya lebih ditonjolkan daripada fungsinya.

Sekarang ini, salah satu perusahaan yang terkenal adalah Victoria’s Secret yang menjual lingerie dan pakaian wanita. Setiap tahun mereka memperkenalkan Fantasy Bra yang biasanya ditempeli macam-macam perhiasan dan batu berharga dan harganya di atas US$ 1 juta.

Begitulah sejarah singkat dan perkembangan bra dari masa ke masa. Evolusi bra barengan dengan penampilan yang dinilai ‘ideal’ untuk wanita di masa itu. Jadi, jangan heran kalau lihat bra yang datar, bulat, atau berbentuk kayak cone es krim. Tapi tetap aja, senyaman dan semahal apa pun branya, nggak ada yang ngalahin rasa nyaman ketika akhirnya bisa ngelepas bra setelah seharian beraktivitas…

Yang unik, bra di Indonesia disebut “kutang”. Nah, nama itu pun ada sejarahnya. Jadi, dulu pas masa penjajahan, banyak wanita pribumi yang ikut mengerjakan proyek jalan Anyer-Panarukan. Di masa itu, para wanita cuma mengenakan celana atau penutup bagian bawah tubuh. Pusar ke atas, tidak ditutup apa-apa.

Lalu seorang mandor berdarah Perancis bernama Don Lopez, risih melihat payudara yang bergelayutan itu. Dia pun memotong kain untuk kemudian dipakaikan melingkar untuk menutupi payudara buruh wanita itu, sambil berkata “Coutant! Coutant!” Yang artinya “Berharga! Berharga!”. Iya, maksudnya, Don Lopez meminta para wanita untuk menutupi payudara mereka karena itu bagian tubuh yang berharga. Akhirnya, para pekerja wanita itu pun mengira penutup payudara namanya “Coutant”. Namun, setelah berpuluh-puluh tahun, kata Coutant pun terserap menjadi kata “kutang” di Indonesia.

Begitulah kira-kira sejarah bra. Ada tambahan lagi?

Sumber: Wikipedia, time, npr